Press Conference Akhir Tahun 2025, Polrestabes Surabaya Tegaskan Komitmen Jaga Keamanan Kota


Surabaya | Integritasnews.my.id — Polrestabes Surabaya menggelar Press Conference Akhir Tahun 2025 pada Selasa sore, 31 Desember 2025. Kegiatan tersebut menjadi ruang refleksi sekaligus penyampaian capaian kinerja kepolisian selama satu tahun terakhir dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan pelayanan kepada masyarakat Kota Surabaya.

Kapolrestabes Surabaya dalam paparannya mengawali dengan menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh insan pers atas dukungan dan kerja sama yang terjalin selama tahun 2025, khususnya dalam penyampaian informasi yang berkaitan dengan tugas pokok Polri kepada masyarakat.

“Saya beserta seluruh jajaran para Kasat Polrestabes Surabaya mengucapkan terima kasih atas dukungan rekan-rekan media selama satu tahun ke belakang. Harapan kami, kerja sama ini terus berlanjut di tahun 2026 dan semakin baik, sehingga kebutuhan informasi masyarakat dapat tersampaikan dengan cepat, tepat, dan bertanggung jawab,” ujar Kapolrestabes.


Kriminalitas Konvensional: Penyelesaian Kasus Capai 119 Persen

Dalam pemaparan data, Kapolrestabes mengungkapkan bahwa sepanjang tahun 2025 terjadi peningkatan kasus pidana konvensional sebesar 9 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Namun demikian, tingkat penyelesaian perkara juga mengalami kenaikan sebesar 1 persen.

Secara akumulatif, tingkat penyelesaian kasus pada tahun 2025 bahkan mencapai 119 persen, yang berarti Polrestabes Surabaya tidak hanya berhasil mengungkap kasus yang terjadi di tahun berjalan, tetapi juga menuntaskan sejumlah tunggakan perkara dari tahun-tahun sebelumnya.


Curanmor Masih Jadi Atensi Utama

Kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) menjadi perhatian utama sepanjang 2025. Tercatat terjadi peningkatan sekitar 10 persen, dengan total 600 kejadian curanmor di wilayah hukum Polrestabes Surabaya.

Meski demikian, aparat kepolisian berhasil mengungkap sejumlah besar perkara dengan 472 orang tersangka yang telah diproses hukum hingga tahap persidangan.

“Kami prihatin karena di antara pelaku tersebut terdapat residivis yang kembali mengulangi perbuatannya setelah keluar dari penjara. Ini menjadi evaluasi bersama bahwa penanganan curanmor tidak hanya soal penindakan, tetapi juga pencegahan,” tegas Kapolrestabes.

Sebagai langkah lanjutan, Polrestabes Surabaya akan segera mengumumkan dan menggelar kendaraan hasil sitaan curanmor pada awal tahun 2026. Masyarakat yang merasa kehilangan kendaraan dipersilakan datang dengan membawa dokumen kepemilikan resmi.

Kapolrestabes juga menegaskan tidak ada pungutan biaya dalam proses pengambilan kendaraan.

“Jika ada pihak yang mengaku bisa membantu dengan imbalan tertentu, segera laporkan. Proses ini gratis dan langsung ditangani oleh Satreskrim,” tandasnya.


Pengungkapan Narkoba: Ratusan Kasus, Puluhan Kilogram Barang Bukti

Di bidang pemberantasan narkoba, Polrestabes Surabaya mencatat 724 kasus dengan 940 orang tersangka sepanjang 2025. Kapolrestabes mengakui adanya peningkatan angka penyalahgunaan narkotika, namun hal tersebut juga berbanding lurus dengan intensitas pengungkapan yang dilakukan aparat.

Untuk kebijakan penanganan pengguna, Polrestabes tetap mengedepankan pendekatan assessment dan rehabilitasi bagi pengguna tertentu sesuai ketentuan hukum.

Sejumlah kasus besar berhasil diungkap dengan barang bukti antara lain:

Sabu-sabu seberat ± 93,9 kg

Ekstasi sebanyak ± 41 ribu butir

Ganja seberat ± 11,7 kg


Ribuan butir obat-obatan berbahaya lainnya

Kapolrestabes juga mengingatkan adanya potensi peredaran narkoba jenis baru yang dikenal sebagai “atom”, yaitu zat berbahaya yang dimasukkan ke dalam cairan vape.

“Ini sangat berbahaya. Kami minta bantuan rekan-rekan media dan masyarakat untuk memberikan informasi jika menemukan indikasi peredarannya di Surabaya,” ujarnya.


Lalu Lintas: Kecelakaan Naik, Fatalitas Menurun

Di bidang lalu lintas, terjadi peningkatan kecelakaan sebesar 18 persen, dari 1.488 kejadian pada 2024 menjadi 1.762 kejadian di tahun 2025. Namun, angka fatalitas korban meninggal dunia justru mengalami penurunan dari 182 menjadi 180 orang, sementara korban luka berat turun signifikan dari 18 menjadi 12 orang.

Penegakan hukum lalu lintas tetap dilakukan secara humanis, dengan prioritas pada pelanggaran yang berpotensi menimbulkan kecelakaan fatal.


Unjuk Rasa dan Kegiatan Masyarakat Tetap Kondusif

Sepanjang 2025, Polrestabes Surabaya mencatat 678 kegiatan unjuk rasa. Dari jumlah tersebut, sebanyak 583 kegiatan berhasil dimitigasi dan dibatalkan melalui pendekatan komunikasi dan dialog.

Sementara itu, pengamanan kegiatan masyarakat seperti pameran, konser musik, dan pertandingan olahraga berjalan aman. Tercatat 100 kegiatan konser musik dan 55 pertandingan sepak bola berhasil diamankan tanpa kejadian menonjol.

Kapolrestabes secara khusus menyampaikan apresiasi kepada suporter Persebaya Surabaya atas peran aktif menjaga ketertiban.


Patroli Intensif dan Penertiban Balap Liar

Sebagai upaya pencegahan kejahatan, Polrestabes Surabaya rutin menggelar strong point, patroli malam, serta program Jogoboyo dan HoBiro (pengaturan lalu lintas pagi dan malam).

Dalam penertiban balap liar dan pelanggaran lalu lintas, sebanyak 187 kendaraan diamankan karena pelanggaran seperti penggunaan knalpot brong dan tidak memenuhi kelengkapan kendaraan.

Kapolrestabes menegaskan pembayaran denda tilang hanya melalui BRIVA, tanpa perantara.

“Tidak ada pembayaran ke petugas. Jangan percaya calo atau pihak yang mengaku bisa membantu,” tegasnya.


Komitmen 2026: Lebih Kuat di Pencegahan dan Pelayanan

Menutup konferensi pers, Kapolrestabes Surabaya menegaskan komitmen jajarannya untuk terus memperkuat upaya pencegahan kejahatan, meningkatkan pelayanan publik, serta menjaga Surabaya tetap aman dan kondusif.

“Kami mohon dukungan semua pihak di tahun 2026. Keamanan kota ini adalah tanggung jawab bersama,” pungkasnya.


Pewarta: Ifa 

Editor: Redaksi Integritasnews.my.id