Samsat Lumajang Konsisten Jaga Marwah Pelayanan Publik, Polri Tunjukkan Kepemimpinan yang Membumi dan Berwibawa


Lumajang, Integritasnews.my.id – Kamis (22/01/2026)

Di tengah sorotan publik terhadap kualitas pelayanan birokrasi, Kantor Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Lumajang kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu contoh pelayanan publik yang tidak hanya berjalan baik, tetapi konsisten, berintegritas, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat luas.

Berbeda dari sekadar seremoni atau pencitraan sesaat, wajah pelayanan Samsat Lumajang hari ini menunjukkan proses panjang pembenahan yang dijaga secara berkelanjutan. Sinergi antara Polri melalui Unit Regident Satlantas Polres Lumajang, Bapenda Provinsi Jawa Timur, dan PT Jasa Raharja membentuk satu sistem kerja yang tertib, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum maupun moral.

Di ruang pelayanan yang tertata rapi, masyarakat tidak lagi dihadapkan pada kebingungan prosedur atau ketidakpastian layanan. Sebaliknya, yang tampak adalah ritme kerja yang disiplin, komunikasi yang jelas, serta sikap petugas yang menunjukkan ketegasan tanpa kehilangan sentuhan kemanusiaan.


Polri Menjadi Penjaga Standar, Bukan Sekadar Pelaksana

Peran Polri di Samsat Lumajang tidak berhenti pada fungsi administratif semata. Melalui Unit Regident Satlantas, Polri tampil sebagai penjaga standar pelayanan, memastikan setiap proses berjalan sesuai aturan tanpa membuka ruang kompromi terhadap praktik menyimpang.

Pendekatan yang diterapkan bukan pendekatan kaku, melainkan kepemimpinan yang membumi—tegas dalam prinsip, santun dalam pelayanan. Petugas aktif memberi arahan, menjelaskan alur dengan bahasa yang mudah dipahami, serta memastikan setiap wajib pajak mendapatkan perlakuan yang adil tanpa diskriminasi.

“Pelayanan publik itu soal kepercayaan. Kalau kami bekerja benar, masyarakat akan merasa aman dan yakin. Itu yang kami jaga setiap hari,” ungkap salah satu petugas Unit Regident Satlantas Polres Lumajang kepada Integritasnews.my.id.

Pernyataan tersebut bukan retorika. Di lapangan, petugas tampak sigap mendampingi warga lanjut usia, membantu pemohon yang baru pertama kali mengurus pajak kendaraan, hingga memastikan transparansi biaya berjalan sesuai ketentuan resmi.


Pelayanan yang Tertib Melahirkan Kesadaran Warga

Konsistensi pelayanan yang dijaga Samsat Lumajang membawa dampak langsung terhadap pola pikir masyarakat. Kepatuhan membayar pajak tidak lagi dilandasi rasa takut atau keterpaksaan, melainkan tumbuh dari kesadaran dan rasa dihargai sebagai warga negara.

Beberapa warga yang ditemui menyebut perubahan ini sebagai kemajuan nyata, bukan sekadar slogan reformasi birokrasi.

“Sekarang alurnya jelas, petugasnya komunikatif, tidak ada rasa waswas. Kita datang, dilayani, selesai. Itu saja sudah membuat masyarakat percaya,” ujar Rudi Hartono (49), warga Kecamatan Kunir.

Hal senada disampaikan Nur Aisyah (56), warga Kecamatan Pasrujambe. Ia menilai pelayanan yang tertib dan jujur memberi dampak psikologis positif.

“Kalau petugasnya ramah dan terbuka, kita juga tidak merasa terbebani. Bayar pajak jadi bagian dari tanggung jawab, bukan beban,” tuturnya.


Reformasi Birokrasi yang Terlihat, Bukan Sekadar Tertulis

Apa yang ditunjukkan Samsat Lumajang menjadi bukti bahwa reformasi birokrasi bisa berjalan efektif ketika dipimpin dengan keteladanan, pengawasan internal yang kuat, serta komitmen kolektif antarinstansi.

Transparansi informasi, kepastian waktu layanan, serta kehadiran Polri sebagai pengawal integritas sistem menjadi fondasi penting yang menjaga marwah pelayanan publik. Tidak ada ruang abu-abu, tidak ada praktik percaloan yang dibiarkan tumbuh, dan tidak ada toleransi terhadap penyimpangan prosedur.

Model pelayanan ini memperlihatkan bahwa negara benar-benar hadir bukan lewat simbol, tetapi melalui kerja nyata aparatur di garda terdepan.


Penutup: Menjaga Kepercayaan Adalah Tugas yang Berkelanjutan

Samsat Lumajang hari ini bukan hanya tempat mengurus administrasi kendaraan bermotor. Ia telah menjelma menjadi ruang kepercayaan publik, tempat masyarakat melihat bagaimana hukum, pelayanan, dan kemanusiaan bisa berjalan beriringan.

Dengan Polri yang hadir secara profesional dan humanis, serta dukungan penuh dari seluruh unsur terkait, Samsat Lumajang menunjukkan bahwa pelayanan publik yang berwibawa tidak harus berjarak—ia justru lahir dari kedekatan, kejujuran, dan konsistensi.

Kepercayaan yang sudah tumbuh ini bukan untuk dibanggakan semata, melainkan untuk terus dijaga. Karena di sanalah marwah institusi negara dipertaruhkan.

Pewarta: Ifa

Media: Integritasnews.my.id

Slogan: Tepat, Lugas, Konsisten