SERUAN PERDAMAIAN DI TENGAH GELOMBANG KONFLIK GLOBAL Analisa Saiful Huda Ems: Persatuan Indonesia Tak Boleh Terkoyak Perbedaan Sikap


Oleh: Ifa – Integritasnews.my.id

Surabaya, 31 Maret 2026 – Analisa tajam disampaikan oleh Saiful Huda Ems, seorang lawyer, aktivis ’98, sekaligus jurnalis berpengalaman yang telah malang melintang di dalam dan luar negeri. Dalam pandangannya, konflik global yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel tidak boleh menjadi pemicu perpecahan di dalam negeri, khususnya di Indonesia.

Berbekal pengalaman panjang lintas negara, lintas budaya, dan lintas agama, Saiful Huda Ems menilai bahwa dinamika geopolitik dunia kerap memunculkan polarisasi opini di masyarakat. Namun, menurutnya, masyarakat Indonesia harus mampu menyikapi hal tersebut secara bijak tanpa kehilangan jati diri sebagai bangsa yang menjunjung tinggi persatuan.

Dalam refleksi perjalanan hidupnya, ia mengenang masa kecil di Gresik hingga menempuh pendidikan di lingkungan pesantren, termasuk di Pesantren Tebuireng, Jawa Timur. Pengalaman tersebut diperkuat dengan perjalanannya ke Eropa yang mempertemukannya dengan beragam latar belakang kepercayaan, sehingga membentuk perspektif yang inklusif dan menjunjung tinggi nilai toleransi.

Salah satu memori yang terus melekat adalah syair lagu religi yang dibawakan oleh grup kasidah legendaris Nasida Ria. Lagu tersebut mengandung pesan universal tentang pentingnya perdamaian antarumat beragama, serta ajakan untuk kembali kepada ajaran Tuhan, baik dalam Taurat, Injil, maupun Al-Qur’an. Pesan itu, menurutnya, tetap relevan hingga kini, khususnya dalam konteks konflik berkepanjangan di kawasan Timur Tengah seperti di Palestina.

“Nilai perdamaian itu tidak lekang oleh waktu. Dari kecil hingga sekarang, pesan itu terus hidup dalam diri saya,” ujarnya.

Lebih jauh, ia menegaskan bahwa perbedaan sikap terhadap konflik internasional merupakan hal yang wajar dalam masyarakat demokratis. Namun, ia mengingatkan bahwa perbedaan tersebut tidak boleh berkembang menjadi perpecahan. Justru, hal itu merupakan bagian dari implementasi semboyan bangsa, Bhinneka Tunggal Ika.

“Perbedaan itu adalah kekuatan, bukan kelemahan. Jangan sampai konflik luar negeri justru memecah persatuan kita di dalam negeri,” tegasnya.

Seruan ini dinilai penting di tengah meningkatnya perdebatan publik, terutama di media sosial, yang kerap dipenuhi narasi pro dan kontra terkait konflik global. Dalam situasi tersebut, Saiful Huda Ems mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap mengedepankan persaudaraan, menjaga stabilitas sosial, serta memperkuat komitmen terhadap keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Ia juga menyampaikan salam kerukunan umat beragama kepada seluruh masyarakat dunia, dengan penekanan khusus kepada rakyat Indonesia agar tetap bersatu sebagai satu bangsa, satu bahasa, dan satu tanah air.

Di akhir pernyataannya, semangat nasionalisme kembali digaungkan melalui pekikan “Merdeka” sebagai simbol bahwa persatuan adalah harga mati yang tidak boleh dikorbankan oleh perbedaan pandangan.

Seruan ini menjadi penegas bahwa di tengah pusaran konflik global, Indonesia harus tetap berdiri kokoh sebagai bangsa yang damai, bersatu, dan berdaulat.

(SHE)