MUNA – Rencana pelaksanaan Pertemuan Akbar Muna yang akan digelar di Kota Kendari kembali menuai sorotan. Sejumlah kalangan menilai kegiatan tersebut diduga menjadi ajang konsolidasi politik yang digerakkan secara terstruktur oleh Partai Glkr demi kepentingan politik figur berinisial DW.
Hal itu disampaikan oleh Idusman, pemuda asal Kecamatan Kabawo. Menurutnya, indikator utama keberhasilan kegiatan tersebut akan diukur dari jumlah massa yang berhasil dihimpun.
"Jika target 20.000 peserta tidak tercapai, maka pimpinan partai dapat dinilai gagal mencapai tujuan politik yang diharapkan," ujar Idusman.
Ia meyakini seluruh jajaran pengurus Partai Glkr, mulai dari tingkat provinsi hingga tingkat bawah, akan dikerahkan untuk mengonsolidasikan kekuatan demi memenuhi target kehadiran tersebut.
"Angka 20.000 orang bukan sekadar jumlah peserta, tetapi menjadi panggung strategis bagi DW untuk menghimpun dukungan sekaligus membangun simpati masyarakat Sulawesi Tenggara," tegasnya.
Lebih lanjut, Idusman menilai peserta yang hadir nantinya tidak hanya berasal dari masyarakat Muna, melainkan juga dari berbagai daerah di Sulawesi Tenggara melalui jaringan kepengurusan partai.
"Melihat jaringan pengurus DW yang tersebar di berbagai wilayah Sultra, kami menilai kegiatan ini lebih mengarah pada aktivitas internal partai politik. Meski dikemas sebagai kegiatan umum, secara politik manfaatnya dinilai lebih menguntungkan DW. Karena itu, kami merasa perlu menyampaikan pandangan ini kepada publik agar masyarakat dapat menilai secara objektif," pungkasnya.
Pewarta: ALF
