Jurnalis Senior di Sampang Jadi Korban Pembacokan Brutal, Polisi Didesak Ungkap Motif Sebenarnya

 


Www integritasnews my id

Sampang, Madura, 19 JUNI 2025 — Dunia jurnalistik kembali tercoreng oleh aksi kekerasan yang nyaris merenggut nyawa seorang wartawan. Kepala Biro Madura media online Komandopatastv.com, berinisial N, menjadi korban pembacokan brutal oleh dua pria bersenjata di rumahnya, Dusun Polai Timur, Desa Bira Tengah, Kecamatan Sokobanah, Kabupaten Sampang, pada Selasa dini hari, 17 Juni 2025, sekitar pukul 01.00 WIB.

Penyerangan ini tidak hanya mengguncang komunitas pers lokal, tetapi juga memantik kemarahan masyarakat Madura yang mengecam segala bentuk upaya pembungkaman terhadap kebebasan pers.


Diduga Dipicu Isu Perselingkuhan dan Narkoba

Dari keterangan korban yang kini dirawat intensif di RSUD Dr. Soetomo, Surabaya, motif penyerangan bermula dari konflik pribadi yang memanas akibat isu perselingkuhan. Salah satu pelaku, D, diduga menjalin hubungan gelap dengan istri dari sepupu ipar korban, yang suaminya sedang menjalani hukuman penjara. Isu ini mencuat dan ramai diperbincangkan warga, terutama di grup-grup WhatsApp lokal, hingga menimbulkan ketegangan antar pihak.

Namun persoalan tidak berhenti di ranah pergunjingan. Pelaku utama (D), yang juga disebut-sebut sebagai bandar narkoba di wilayah tersebut, bersama rekannya (Z), datang ke rumah korban tanpa peringatan.

"D langsung menembakkan senjata api ke arah saya, dan Z menyerang dari belakang dengan celurit. Saya menangkis, tapi urat tangan saya putus dan leher saya juga terkena," ungkap N dalam wawancara eksklusif via sambungan telepon dengan redaksi Komandopatastv.


Dugaan Pembunuhan Berencana

Dalam insiden ini, penggunaan senjata api serta celurit memperkuat dugaan adanya unsur pembunuhan berencana. Korban mengalami luka serius di bagian tangan dan leher, dan nyawanya nyaris melayang jika tidak segera mendapatkan pertolongan.

Korban mendesak aparat penegak hukum untuk bertindak netral dan profesional. "Saya minta kasus ini diproses sebagai upaya pembunuhan, bukan sekadar penganiayaan. Apalagi pelaku membawa senjata api," tegasnya.

Sementara itu, pihak kepolisian telah mengamankan pelaku kedua berinisial Z, sedangkan D masih dalam pengejaran. Polisi belum memberikan pernyataan resmi terkait status kepemilikan senjata api dan kemungkinan keterlibatan pelaku dalam jaringan narkoba.


Seruan untuk Perlindungan Jurnalis

Pemimpin Redaksi Komandopatastv, yang juga dikenal sebagai mitra aktif TNI-Polri, menyatakan keprihatinannya yang mendalam. Ia menyerukan penegakan hukum yang tegas serta perlindungan maksimal terhadap wartawan yang menjalankan tugas jurnalistik, terlebih saat menyentuh isu-isu sensitif seperti narkoba dan moral publik.

"Ini bukan hanya soal kekerasan terhadap pribadi, tapi juga serangan terhadap nilai-nilai kebebasan pers. Negara tidak boleh kalah oleh premanisme," ujarnya.


Reaksi Publik dan LSM

Beberapa organisasi pers dan LSM lokal di Madura mulai menggalang dukungan dan menekan aparat untuk membuka tabir kelam kasus ini. Mereka mencurigai adanya upaya sistematis untuk membungkam suara jurnalis yang dianggap ‘mengganggu’ kepentingan kelompok tertentu.

Kini, publik menanti langkah tegas dari Polres Sampang dan Polda Jatim dalam menangani kasus ini secara transparan, cepat, dan adil.

Redaksi Integritasnews.my.id akan terus mengawal kasus ini dan menghadirkan perkembangan terbaru demi tegaknya keadilan dan kebebasan pers di Indonesia.