Sinergi Sosial TRINUSA dan Madas Nusantara, Bukti Kepedulian Nyata untuk 70 Anak Yatim di Surabaya


Surabaya, 17 Juli 2025 , Integritasnews.my.id - Tengah merebaknya tantangan sosial dan ekonomi di tengah masyarakat urban, kolaborasi lintas organisasi kembali membuktikan bahwa solidaritas tak pernah lekang oleh zaman. Hal itu tampak dalam kegiatan santunan 70 anak yatim dan dhuafa yang digelar di kawasan padat penduduk Cumpat Kulon Baru I/88, Kedung Cowek, Surabaya, pada Kamis (17/7), yang menghadirkan semangat gotong royong dari LSM TRINUSA DPC Surabaya bersama Ormas Madas Nusantara DPK Kenjeran.


Acara sosial ini menjadi simbol nyata bahwa kepedulian terhadap sesama bukan hanya slogan, melainkan gerakan yang hidup dan menyentuh langsung masyarakat. Meski Ketua DPC TRINUSA, Mulyadi, dan Bendahara tidak dapat hadir karena menjalankan agenda sosial di tempat lain, kehadiran Sekjen TRINUSA, tim internal, serta para relawan dari berbagai unsur masyarakat tetap memberikan makna mendalam dalam momen tersebut.


Berbagi di Tengah Keterbatasan: Satu Amplop, Segunung Harapan

Acara yang dimulai pada pukul 15.00 WIB itu diawali dengan lantunan shalawat yang menyentuh jiwa, mengiringi pembukaan santunan yang berlangsung khidmat dan penuh kehangatan. Setiap anak yatim dan dhuafa menerima amplop berisi uang tunai serta 3 kilogram beras, sebagai bentuk nyata bantuan pangan dan ekonomi di tengah tekanan hidup yang tak ringan.

Kegiatan ini mendapat dukungan luas, baik dari internal organisasi maupun para donatur eksternal. Sosok-sosok seperti H. Imam Buchori dan Bapak Iwan — pengusaha potong ayam asal Sepanjang, Sidoarjo — turut menyumbangkan bantuan. Bahkan, Unit Laka Lantas Polrestabes Surabaya ikut berkontribusi sebagai donatur, memperlihatkan bahwa institusi negara pun mampu hadir secara humanis di tengah masyarakat.

Cak Empu dan Pesan Kemanusiaan dari Akar Rumput

Tokoh masyarakat lokal, Masruhin alias Cak Empu, dikenal sebagai pengasuh anak yatim sekaligus kolektor benda pusaka, menjadi figur sentral dalam inisiasi kegiatan ini. Dalam sambutannya, Cak Empu tak kuasa menahan haru.

 “Ini bukan soal uang atau beras, tapi tentang menyampaikan pesan kepada anak-anak bahwa mereka tidak sendiri. Bahwa masih banyak yang peduli. Terima kasih kepada TRINUSA, Madas Nusantara, Laka Lantas, dan semua donatur yang telah menunjukkan wajah sejati kemanusiaan,” tutur Cak Empu dengan suara bergetar.

Dukungan Lintas Wilayah: Tanda Kepedulian Tak Kenal Batas

Kegiatan ini juga dihadiri oleh tokoh-tokoh penting dari Madas Nusantara DPK Kenjeran, seperti H. Mohammad Riski selaku pembina, M. Syafi’i sebagai ketua, dan tokoh aktif lain seperti H. Saman, menunjukkan konsistensi ormas ini dalam aksi sosial lintas kawasan. Menariknya, Lurah Desa Pepelegi, Sidoarjo, juga hadir dan turut memberikan santunan secara pribadi, sebagai simbol dukungan lintas wilayah dan komitmen solidaritas antar komunitas.

Lebih dari Sekadar Acara Seremonial

Momentum ini bukan sekadar ritual tahunan atau program karitatif sesaat. Di balik setiap tangan yang terulur dan senyum anak-anak yang berbinar, tersimpan pesan penting: bahwa keberadaan organisasi masyarakat sipil dan ormas memiliki peran sentral dalam menjaga moral sosial bangsa.

TRINUSA dan Madas Nusantara telah menunjukkan bahwa jika energi kolektif diarahkan untuk kebaikan, maka dampaknya bisa sangat nyata dan menyentuh akar rumput.

 “Kita berharap acara seperti ini menjadi pengingat, bahwa kepedulian harus terus hidup di tengah masyarakat. Karena bangsa ini besar bukan karena gedung-gedungnya, tapi karena hati warganya,” ujar salah satu panitia kegiatan.

Kegiatan ini menutup hari dengan doa yang dipimpin oleh Ustad Fadeli, memperteguh nuansa spiritual yang membingkai keseluruhan kegiatan.

Kolaborasi Adalah Kunci

Di tengah realitas sosial yang kompleks, kolaborasi seperti ini menjadi model penting bagaimana berbagai pihak bisa bekerja sama untuk mengatasi kesenjangan sosial. TRINUSA dan Madas Nusantara telah menorehkan satu bab dalam buku besar kepedulian sosial bangsa.

Dan jika ada satu pelajaran penting yang bisa ditarik dari kegiatan ini, maka itu adalah: ketulusan dan solidaritas akan selalu menemukan jalannya, bahkan dari lorong-lorong sederhana kampung kota seperti Kedung Cowek.

(ifa)