📌 Jakarta, Integritasnews.my.id —
Ibu Kota Jakarta diprediksi akan mengalami kelumpuhan total pada Kamis, 28 Agustus 2025, seiring dengan rencana aksi demonstrasi besar-besaran yang digelar oleh elemen buruh, mahasiswa, ormas, hingga masyarakat sipil. Aksi yang dipusatkan di depan Gedung DPR RI dan Istana Negara ini disebut sebagai salah satu gelombang unjuk rasa terbesar pasca-reformasi.
Menurut informasi yang beredar, ribuan massa dari berbagai wilayah Jabodetabek hingga daerah penyangga dipastikan hadir untuk menyuarakan aspirasi terkait isu kesejahteraan buruh, penghapusan kerja paksa, penegakan hak-hak normatif, serta penolakan terhadap praktik perbudakan modern di dunia kerja.
Dukungan dan Solidaritas
Aksi yang dikemas dalam semangat “Hidup Buruh, Hidup Rakyat” ini mendapat dukungan luas dari berbagai lapisan masyarakat. Banyak kelompok menilai, perjuangan buruh tidak hanya soal upah, melainkan juga soal kesejahteraan rakyat marginal dan perlindungan terhadap pekerja di tengah ketidakpastian ekonomi.
“Ini momentum solidaritas rakyat. Buruh bukan hanya memperjuangkan dirinya sendiri, tetapi juga martabat bangsa,” ungkap salah satu koordinator aksi.
Prediksi Gangguan Lalu Lintas
Pihak Kepolisian Daerah Metro Jaya mengonfirmasi bahwa pengamanan aksi telah dipersiapkan secara maksimal. Penyekatan arus lalu lintas akan dilakukan di berbagai pintu masuk menuju Jakarta, baik dari arah timur, barat, maupun selatan.
Arah Timur: Cikarang, Cibitung, Tambun, Bekasi, Kali Malang, Cakung, hingga Cibubur.
Arah Barat: Cikupa, Tangerang, Cisauk, Tigaraksa, Cengkareng, hingga Daan Mogot.
Arah Selatan: Bogor, Cibinong, Sawangan, Ciputat, Depok, hingga Tangerang Selatan.
Sterilisasi jalur masuk ke Ibu Kota mulai diberlakukan sejak Rabu malam, 27 Agustus 2025 pukul 22.00 WIB. Dengan kondisi ini, publik diimbau untuk menghindari area sekitar DPR RI dan Istana Negara serta menyiapkan rute alternatif jika harus melintas di Jakarta.
Imbauan Aparat Keamanan
Kapolda Metro Jaya melalui keterangan resmi menyampaikan agar masyarakat, khususnya Aparatur Sipil Negara (ASN), menggunakan kendaraan pribadi dengan plat nomor biasa. Hal ini untuk menghindari potensi hambatan maupun kesalahpahaman di lapangan.
Selain itu, aparat TNI–Polri menegaskan bahwa pengamanan dilakukan tidak hanya untuk menjaga ketertiban umum, tetapi juga untuk melindungi hak masyarakat dalam menyampaikan pendapat di muka umum sebagaimana dijamin oleh undang-undang.
Isu yang Diusung
Sejumlah tuntutan utama yang akan dibawa massa aksi antara lain:
Stop kerja paksa di berbagai sektor.
Pembayaran hak-hak buruh secara penuh dan tepat waktu.
Penolakan segala bentuk perbudakan modern.
Peningkatan perlindungan bagi pekerja sektor informal dan masyarakat marginal di perkotaan.
Pengamat sosial menilai, aksi ini akan menjadi barometer sejauh mana pemerintah mampu mendengarkan jeritan buruh sekaligus menjaga iklim investasi. Dialog konstruktif antara pemerintah, pengusaha, dan buruh dinilai menjadi jalan tengah untuk mencegah gejolak sosial lebih besar.
Catatan Akhir
Seiring memanasnya suasana politik dan sosial, publik berharap agar aksi 28 Agustus berlangsung tertib, damai, dan tetap dalam koridor hukum. Buruh dan rakyat telah bersiap menyuarakan tuntutannya, sementara aparat keamanan mengantisipasi dinamika di lapangan.
Apapun hasilnya, sejarah akan mencatat bahwa 28 Agustus 2025 menjadi salah satu momentum penting dalam perjalanan demokrasi Indonesia, ketika suara rakyat menggema dari jalanan menuju pusat kekuasaan.
📌 Pewarta:
R. PRIHATANTO, S.Si
📌 Editor: Ifa
📌 Integritasnews.my.id – Media Informasi dengan Prinsip Integritas dan Kebenaran.
