Masjid Nurul Ashri Borong 15 Ton Singkong, Petani Jogja Tersenyum Lega


 WwwIntegritasnews.my.id

Yogyakarta – Di tengah terpuruknya harga singkong yang membuat banyak petani resah, sebuah masjid di Yogyakarta justru tampil sebagai penyelamat. Masjid Nurul Ashri, Deresan, dengan sigap menggalang dana dari jamaah dan para dermawan, lalu memborong langsung 15 ton singkong dari para petani.


Bukan untuk diperdagangkan kembali, melainkan dibagikan gratis kepada panti asuhan, pesantren, dan warga sekitar.

Langkah ini sontak membuat heboh masyarakat Jogja. Para petani yang semula bingung karena hasil panennya menumpuk tanpa pembeli, akhirnya bisa bernapas lega. “Alhamdulillah, panen laku semua,” ucap seorang petani dengan senyum haru.


Dari Keresahan Jadi Gerakan

Anjloknya harga singkong dalam beberapa pekan terakhir membuat petani di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya berada di ujung kebingungan. Hasil panen melimpah, namun pasar enggan menyerap dengan harga pantas. Sebagian bahkan terancam membusuk di kebun.


Melihat situasi ini, takmir Masjid Nurul Ashri menolak tinggal diam. Mereka menggagas aksi sederhana namun berdampak besar: membeli singkong langsung dari petani dengan harga pantas, lalu mendistribusikannya kepada pihak yang membutuhkan.

“Masjid bukan hanya pusat ibadah ritual. Ia juga harus hadir di tengah problem sosial masyarakat. Dan kali ini, kami memilih untuk menolong para petani singkong,” ujar salah satu pengurus takmir.


Muncul “Jastip Singkong”

Tak berhenti di 15 ton pertama, gerakan ini berkembang menjadi semacam jastip singkong (jasa titip singkong). Masyarakat luas diajak untuk ikut serta membeli minimal 5 kilogram singkong, yang kemudian dikoordinasikan oleh pihak masjid.

Pemesanan dibuka hingga Selasa, 19 Agustus 2025 pukul 15.00 WIB, sementara pengambilan dilakukan pada Jumat, 22 Agustus 2025 pukul 06.00–09.00 WIB di halaman Masjid Nurul Ashri, Deresan, Yogyakarta.

Pesanan dapat dilakukan melalui tautan: Ikut.xyz/singkong.


Inspirasi untuk Indonesia

Fenomena ini membuktikan, satu masjid mampu menghadirkan solusi nyata bagi keresahan petani. Apalagi jika gerakan serupa menyebar ke seluruh penjuru negeri. Bayangkan, ribuan masjid di Indonesia mengulurkan tangan dan menjadi jembatan antara petani dan masyarakat—bukan sekadar tempat ibadah, tetapi juga pusat pemberdayaan sosial-ekonomi.

“Kalau satu masjid bisa membuat petani tersenyum, bagaimana jika semua masjid di Indonesia ikut bergerak?” ungkap seorang jamaah penuh semangat.

Langkah Masjid Nurul Ashri Deresan bukan sekadar aksi spontan, tetapi cerminan bagaimana kepedulian sosial dapat menjelma menjadi gerakan nyata. Saat pasar melemah, solidaritas umat menjadi pasar alternatif yang menghidupkan harapan.

Kini, para petani tak lagi menunduk murung menghadapi harga singkong yang anjlok. Mereka justru tersenyum lega, karena ada masjid yang peduli dan masyarakat yang ikut berbagi


✍️Pewarta :

R. PRIHATANTO, S.Si 

 Editor : ifa