Bangli, Integritasnews.my.id – Pewarta: Ifa
Polres Bangli terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) dengan merangkul seluruh elemen lokal. Tidak hanya mengandalkan aparat kepolisian, kali ini jajaran Polres Bangli menjalin kerja sama erat dengan pecalang Kaula Dewa Desa Adat Jehem Kelod, sebuah kekuatan sosial dan budaya yang selama ini menjadi garda terdepan dalam pengamanan adat.
Kapolres Bangli, AKBP James I. S. Rajagukguk, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa sinergi ini bukan sekadar formalitas, melainkan implementasi nyata dari semangat ngayah dan gotong royong yang telah menjadi napas masyarakat Bali. “Kami tidak bisa bekerja sendiri. Kehadiran pecalang menjadi mitra strategis bagi kepolisian dalam menciptakan suasana aman, tertib, dan harmonis di tengah masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, pecalang bukan hanya penjaga ketertiban saat upacara adat, melainkan juga mitra yang memahami denyut sosial, budaya, hingga dinamika masyarakat sehari-hari. Dengan adanya kolaborasi, setiap kegiatan adat, upacara keagamaan, maupun aktivitas masyarakat dapat berjalan dengan lancar tanpa gangguan.
Sementara itu, perwakilan pecalang Kaula Dewa Desa Adat Jehem Kelod menyampaikan apresiasi atas langkah Polres Bangli yang membuka ruang sinergi. Bagi mereka, kerja sama ini menjadi bukti nyata kepedulian kepolisian terhadap nilai-nilai adat Bali yang menjunjung tinggi keharmonisan dan rasa saling menjaga. “Kami siap ngayah bersama kepolisian demi terciptanya keamanan, baik dalam upacara adat maupun kehidupan sosial sehari-hari,” ungkap salah satu pecalang.
Sinergi ini juga dipandang sebagai bentuk integrasi antara hukum positif dan hukum adat. Polisi hadir dengan kewenangan negara, sementara pecalang membawa kearifan lokal yang melekat di hati masyarakat. Kombinasi keduanya menghadirkan sebuah model pengamanan yang humanis, preventif, dan berakar kuat pada budaya.
Lebih jauh, Polres Bangli berharap sinergi serupa dapat diperluas ke desa-desa adat lainnya di wilayah hukum Bangli. Dengan begitu, keamanan tidak hanya menjadi tugas aparat, tetapi juga menjadi gerakan kolektif yang melibatkan masyarakat adat sebagai bagian penting dari sistem sosial.
Kerja sama ini juga menjadi pesan kuat bahwa menjaga keamanan bukan hanya tanggung jawab institusi, melainkan tugas bersama seluruh komponen bangsa. Apalagi, di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, kolaborasi menjadi kunci utama dalam menjaga persatuan, kerukunan, dan stabilitas sosial.
Dengan langkah-langkah konkret seperti ini, Polres Bangli membuktikan bahwa kehadirannya di tengah masyarakat tidak hanya sebatas penegakan hukum, tetapi juga merangkul nilai adat, tradisi, dan budaya lokal untuk menciptakan keamanan yang menyeluruh dan berkelanjutan.
