Alhamdulillah, Upaya Rujuk Damai di Koto Tangah Padang Berakhir Penuh Kedamaian — Walikota Tegaskan Penegakan Hukum dan Keadilan


Padang, Integritasnews.my.id (17/10/2025) —

Segala puji bagi Allah SWT, pertemuan upaya rujuk damai yang semula diselenggarakan oleh Forkopimcam Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, akhirnya berakhir dengan suasana yang penuh kesejukan dan kedamaian. Pertemuan itu menjadi bukti nyata bahwa dengan musyawarah dan hati yang lapang, setiap persoalan dapat diselesaikan dengan jalan terbaik.

Pertemuan tersebut dihadiri langsung oleh Walikota Padang, Bapak Fadly Amran, bersama Camat Koto Tangah, Kapolsek, Ketua FKUB Kota Padang, serta perwakilan Ninik Mamak, Ketua RT dan RW setempat, unsur Pemuda, Himpunan Masyarakat Nias (HIMNI), dan tokoh-tokoh lintas agama serta organisasi masyarakat.

Dalam forum itu, Walikota menegaskan pentingnya menjaga kerukunan dan keadilan di tengah masyarakat, serta memastikan penegakan hukum terhadap siapa pun yang melanggar aturan.

“Semua harus diproses sesuai hukum yang berlaku. Tidak boleh ada yang kebal hukum,” tegas Walikota Fadly Amran.

Selain langkah hukum, Walikota juga menunjukkan kepedulian dengan mengizinkan tempat pembinaan iman tersebut tetap digunakan secara sah, serta memerintahkan pelaksanaan program trauma healing bagi anak-anak korban kejadian — yang biayanya akan ditanggung oleh Pemerintah Kota Padang.

Kegiatan itu dihadiri pula oleh berbagai tokoh masyarakat dan umat, di antaranya Henry Dunant Sirait, S.E. (Ketua BAMAGNAS, PGPI, dan BPD GBI Sumatera Barat), Yutiasa Fakho (Ketua Bidang Advokasi Hukum dan HAM BAMAGNAS dan BPD GBI), serta Yonathan Sirait (Ketua Bidang Hukum PGPI). Mereka menyatakan komitmen untuk terus mengawal proses hukum hingga tuntas.

Pertemuan yang semula bertujuan meredam suasana justru membawa hikmah besar. Di balik ujian, Allah SWT menunjukkan kuasa-Nya bahwa damai lebih indah daripada permusuhan, dan keadilan harus ditegakkan tanpa pandang bulu.

“Alhamdulillah, suasana menjadi sejuk. Kita semua belajar bahwa kesabaran dan doa membawa keberkahan,” ujar salah satu tokoh masyarakat penuh haru.

Semoga upaya ini menjadi langkah awal memperkuat ukhuwah wathaniyah (persaudaraan kebangsaan), memperkokoh toleransi, dan menghadirkan kedamaian di bumi Ranah Minang.

Wallahu a’lam bishshawab.

Pewarta : ifa