Oleh: Anwar Musaddad
Pewarta: IFA | Integritasnews.my.id
Jumat, 17 Oktober 2025
Tepat • Lugas • Konsisten
Merokok selama ini kerap dipandang sekadar sebagai urusan kesehatan atau gaya hidup pribadi. Padahal, jika ditinjau lebih dalam, perilaku merokok sejatinya mencerminkan nilai-nilai moral dan tanggung jawab sosial seseorang. Mengubah paradigma merokok di masyarakat bukan hanya kampanye kesehatan, melainkan transformasi nilai — upaya menata ulang cara pandang terhadap etika, karakter, dan kepedulian sosial.
Langkah besar ini menempatkan isu merokok sebagai bagian dari pendidikan karakter bangsa. Bukan hanya tentang bahaya nikotin, tetapi tentang bagaimana generasi muda memaknai tanggung jawab atas dirinya sendiri dan lingkungannya.
1. Pendidikan Karakter Sejak Dini
Transformasi ini dimulai dari ruang-ruang pendidikan. Di berbagai sekolah, pendidikan karakter sejak dini terbukti efektif menanamkan nilai tanggung jawab, empati, dan disiplin.
Salah satu contoh nyata datang dari SMA Negeri 47 Jakarta, di mana penerapan pendidikan karakter telah berhasil menekan perilaku merokok di kalangan siswa. Program ini tidak sekadar melarang, tetapi menumbuhkan kesadaran bahwa menjaga kesehatan diri adalah bentuk tanggung jawab moral.
2. Integrasi Nilai Akhlak dalam Kurikulum
Perubahan paradigma juga harus masuk ke dalam sistem pendidikan. Integrasi nilai-nilai akhlak mulia dalam kurikulum — terutama melalui pelajaran Pendidikan Pancasila, Agama, dan Budi Pekerti — menjadi kunci pembentukan kesadaran etis terhadap perilaku merokok.
Sebuah studi di Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menunjukkan bahwa pendekatan etika dan kesehatan melalui pendidikan agama secara signifikan menumbuhkan sikap kritis mahasiswa terhadap bahaya merokok dan dampaknya bagi orang lain.
3. Pembiasaan Akhlak Mulia di Lingkungan Sosial
Masyarakat memegang peran besar dalam membentuk norma sosial baru. Pembiasaan perilaku yang mencerminkan akhlak mulia — seperti menjaga kebersihan udara, menghormati kesehatan orang lain, dan menolak perilaku yang merugikan — menjadi pondasi moral yang kuat.
Contoh nyata terlihat di SD IT Baitussalam Kabupaten Bogor, di mana pembiasaan akhlak mulia diintegrasikan dalam kegiatan harian. Hasilnya, siswa tumbuh dengan kesadaran bahwa menjaga kesehatan bukan hanya urusan pribadi, tetapi tanggung jawab bersama.
4. Manajemen Pendidikan Karakter di Institusi
Pendidikan karakter tidak boleh berjalan spontan, tetapi harus dikelola secara sistematis.
Dua lembaga pendidikan, MTs Cokroaminoto Parakansalak Kabupaten Sukabumi dan MTs Cokroaminoto Koropeak Kabupaten Garut, telah membuktikan efektivitas manajemen pendidikan karakter. Melalui pembinaan berkelanjutan, lembaga ini berhasil membentuk kultur sekolah yang menolak perilaku destruktif seperti merokok, sekaligus menanamkan nilai integritas dan disiplin.
5. Narasi Sosial dan Peran Media
Salah satu tantangan terbesar adalah citra sosial yang masih melekat: merokok dianggap “keren” atau tanda kedewasaan. Paradigma ini perlu dibalik melalui kekuatan narasi sosial dan media massa.
Kampanye publik yang menyoroti bahwa tidak merokok adalah bentuk integritas dan kepedulian harus diperkuat. Media memiliki peran strategis dalam membangun persepsi baru bahwa kepedulian terhadap kesehatan diri dan orang lain adalah simbol karakter mulia.
Dampak Positif Pergeseran Paradigma
Perubahan paradigma merokok dari sekadar isu kesehatan menjadi gerakan moral dan karakter memberi banyak manfaat bagi bangsa.
Beberapa di antaranya:
Kesehatan masyarakat meningkat, beban penyakit akibat rokok menurun.
Generasi muda lebih sadar etika dan tanggung jawab, menjadikan perilaku sehat sebagai pilihan sadar.
Lingkungan sosial lebih bersih dan mendukung kehidupan sehat.
Akhlak mulia menjadi standar perilaku nyata, bukan hanya slogan di ruang kelas.
Perubahan besar selalu dimulai dari kesadaran kecil. Mengubah paradigma merokok bukan hanya mengajak berhenti merokok, tetapi mengajak berpikir — apakah tindakan kita sudah sejalan dengan nilai tanggung jawab, empati, dan kasih sayang terhadap sesama?
Ketika masyarakat memahami bahwa menjaga kesehatan adalah bagian dari ibadah sosial, maka merokok bukan lagi sekadar kebiasaan pribadi, melainkan isu moral yang menyentuh nurani bangsa.
Integritasnews.my.id berkomitmen terus mendorong gerakan perubahan nilai ini —
Tepat dalam informasi, lugas dalam penyampaian, dan konsisten membangun karakter bangsa.
