Integritasnews.my.id — Langkat | Pewarta: Ifa
Banjir besar yang melanda Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, Sumatra Utara, sejak 25 November 2025, tidak hanya meninggalkan kerusakan fisik, tetapi juga menorehkan kisah kemanusiaan yang menyentuh publik. Salah satunya adalah rekaman video seorang ibu yang berjuang mengevakuasi anaknya di tengah banjir dengan ketinggian mencapai pinggang orang dewasa. Video tersebut pertama kali diunggah oleh akun TikTok NeniLestari dan kemudian viral di berbagai platform media sosial.
Dalam video berdurasi kurang dari satu menit itu terlihat sang ibu berjalan perlahan sambil menggendong anak balitanya yang tampak ketakutan. Air cokelat keruh mengalir deras di antara rumah penduduk, sementara beberapa warga ikut membantu memandu jalan di tengah arus. Meski menghadapi situasi sulit, sang ibu tampak berusaha tenang demi menjaga kondisi anaknya.
Evakuasi Mandiri di Tengah Kondisi Serba Terbatas
Di lokasi kejadian, banjir disebutkan datang secara cepat setelah hujan deras mengguyur kawasan Langkat sejak beberapa hari sebelumnya. Sejumlah titik di Tanjung Pura terendam, terutama kawasan permukiman padat dan wilayah yang berada dekat aliran Sungai Batang Serangan.
Menurut keterangan warga, akses evakuasi formal masih terbatas pada hari-hari pertama banjir. Situasi itu membuat banyak warga, termasuk perempuan dan anak-anak, terpaksa melakukan penyelamatan secara mandiri sambil menunggu bantuan datang.
“Air naik cepat sekali. Kami tak sempat menyelamatkan banyak barang. Yang penting anak-anak dulu,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya saat ditemui pewarta di lokasi.
Respons Publik dan Pemerintah Daerah
Video perjuangan sang ibu tersebut memicu respon luas dari publik. Banyak warganet mengungkapkan keprihatinan sekaligus pujian atas ketenangannya dalam menghadapi situasi darurat.
Pemerintah Kabupaten Langkat menyatakan bahwa tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, dan relawan telah diterjunkan untuk mempercepat proses evakuasi warga yang masih terjebak banjir. Bantuan logistik, tenda darurat, serta layanan kesehatan mulai didistribusikan ke beberapa titik pengungsian.
“Kami terus melakukan pendataan dan memastikan semua warga yang membutuhkan bantuan dapat terlayani,” kata seorang petugas BPBD Langkat.
Kondisi Terbaru dan Dampak Banjir
Hingga laporan ini diturunkan, sebagian wilayah Tanjung Pura masih terendam. Ratusan warga tercatat mengungsi di fasilitas umum, masjid, serta balai desa. Banjir juga menyebabkan kerusakan infrastruktur, gangguan aktivitas ekonomi, serta akses pendidikan yang terhambat.
BPBD mengimbau masyarakat tetap waspada mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan.
Kisah yang Mewakili Ribuan Korban
Perjuangan seorang ibu dalam video viral tersebut menjadi simbol keteguhan warga Langkat dalam menghadapi bencana. Di balik keterbatasan dan kepanikan, ada keberanian, kepedulian, serta rasa saling membantu yang terus hidup di tengah masyarakat.
Banjir mungkin merendam rumah dan fasilitas, namun tidak memadamkan semangat warga untuk bertahan dan bangkit kembali.
