“Advocate Musrifah S.Sos., S.H. (IFA): Kartini Masa Kini Harus Berani, Cerdas, dan Menginspirasi”


WwwIntegritasnews.my.id

Surabaya – Peringatan Hari Kartini setiap 21 April bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum refleksi atas perjuangan panjang perempuan Indonesia dalam menegakkan martabat, kesetaraan, dan peran strategis di berbagai lini kehidupan.

Dalam semangat tersebut, Advocate Musrifah S.Sos., S.H. (IFA), pemilik empat media yang bernaung di bawah PT. IFA Makmur Sentosa, menyampaikan pesan kuat dan penuh makna kepada seluruh perempuan Indonesia, khususnya generasi muda yang kini menjadi garda terdepan perubahan zaman.



Menurutnya, sosok Kartini bukan hanya simbol emansipasi, melainkan representasi keberanian berpikir, keteguhan sikap, serta kecerdasan dalam membaca realitas sosial yang timpang pada masanya.

“Hari Kartini harus dimaknai lebih dalam. Ini bukan hanya tentang perempuan bisa setara, tetapi tentang bagaimana perempuan mampu menjadi aktor utama perubahan, berintegritas, berdaya saing, dan berani mengambil posisi strategis dalam kehidupan sosial, hukum, ekonomi, maupun media,” tegas Musrifah.

Sebagai seorang advokat sekaligus pemilik jaringan media, Musrifah menilai bahwa tantangan perempuan saat ini jauh lebih kompleks dibanding era Kartini. Jika dulu perempuan berjuang untuk akses pendidikan, kini perempuan dituntut mampu menguasai informasi, teknologi, serta memiliki ketajaman berpikir dalam menghadapi derasnya arus disrupsi digital.

Ia juga menyoroti pentingnya peran media dalam mengangkat suara perempuan secara objektif dan berimbang. Menurutnya, media bukan sekadar alat penyampai informasi, tetapi juga instrumen perjuangan dalam membangun kesadaran publik terhadap isu-isu perempuan.


“Perempuan hari ini tidak boleh hanya menjadi objek pemberitaan. Perempuan harus menjadi subjek yang menentukan arah narasi. Media harus memberi ruang bagi perempuan untuk berbicara, berpikir, dan memimpin,” lanjutnya.

Dalam konteks hukum, Musrifah menekankan bahwa perempuan harus memahami hak-haknya secara utuh. Banyak kasus ketidakadilan yang terjadi karena minimnya literasi hukum di kalangan perempuan. Oleh sebab itu, ia mendorong perempuan untuk tidak ragu memperjuangkan haknya secara konstitusional.

Lebih jauh, ia mengajak seluruh perempuan Indonesia untuk tidak terjebak pada simbolisme semata dalam memperingati Hari Kartini. Baginya, semangat Kartini harus diterjemahkan dalam tindakan nyata, kerja keras, serta kontribusi konkret bagi masyarakat.

“Kartini masa kini adalah perempuan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara moral dan berani dalam mengambil keputusan. Perempuan harus mampu berdiri di atas kaki sendiri, mandiri, dan menjadi inspirasi bagi lingkungan sekitarnya,” ujarnya.

Di bawah kepemimpinannya, jaringan media yang dikelola PT. IFA Makmur Sentosa terus berkomitmen menjadi wadah informasi yang tidak hanya cepat dan akurat, tetapi juga memiliki keberpihakan terhadap nilai-nilai keadilan dan pemberdayaan perempuan.

Peringatan Hari Kartini 2026 ini diharapkan menjadi titik tolak lahirnya generasi perempuan yang tidak hanya memahami sejarah perjuangan, tetapi juga mampu melanjutkan estafet perubahan dengan cara yang lebih progresif dan berdampak luas.

“Hari Kartini adalah pengingat bahwa perubahan tidak datang dari diam, tetapi dari keberanian untuk melangkah. Perempuan Indonesia harus bangkit, bersatu, dan membuktikan bahwa mereka adalah kekuatan besar bangsa,” pungkas Musrifah.

(Red)