Www integritasnews my id
Surabaya - Ketua Umum Ikatan Jurnalis Independen Nusantara (IJEN) Ali Maskur mengecam tindakan penganiayaan terhadap wartawan di Tulungagung Jawa Timur yakni Adi Bachtiar.
"Soal kekerasan terhadap jurnalis di Tulungagung, itu peristiwa yang sangat disayangkan dan harus di proses hukum," kata Ali Maskur saat dimintai tanggapan jurnalis rgntimes.id, Jumat (26/6/2026).
Menurutnya, wartawan bekerja menjalankan fungsi kontrol sosial sebagai penyampai informasi kepada publik. Setiap bentuk intimidasi, penghalangan liputan, maupun serangan fisik terhadap wartawan merupakan tindakan tidak beradab dan harus diproses hukum.
"Tindakan kekerasan terhadap wartawan tidak hanya melanggar hak asasi manusia, tetapi juga mengancam kebebasan pers yang dijamin oleh Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers," ujarnya.
"Apapun alasannya kekerasan itu tidak dibenarkan. Kami minta Kapolres Tulungagung segera mengusut persoalan ini. Tangkap oknum-oknum yang berlagak preman dan mengganggu tugas-tugas jurnalistik itu," tegasnya.
Tidak hanya itu, ia juga meminta aparat Polres Tulungagung agar segera menertibkan SPBU nakal dan menutup gudang-gudang BBM ilegal.
"Persoalan ini bukan hanya memicu kericuhan semata, lebih luas dari itu ada masyarakat kecil dan Negara yang sangat dirugikan. BBM subsidi yang seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat kecil, habis dikuasai oleh mafia-mafia BBM," tutup Ketum organisasi jurnalis asal Kabupaten Tuban, Jatim ini.
Diketahui, wartawan Tulungagung Adi Bachtiar sedang melakukan investigasi terkait dugaan penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis solar di sejumlah SPBU di wilayah Kabupaten Tulungagung. Peristiwa tersebut telah dilaporkan ke Polres Tulungagung.
Adapun kekerasan itu sendiri terjadi pada Jumat (19/6/2026) sekitar pukul 03.00 WIB di Cafe Maxy yang berada di kawasan timur GOR Lembu Peteng, Tulungagung.
Korban mengaku datang ke lokasi setelah menerima undangan dari salah satu pihak yang sebelumnya ditemuinya saat melakukan investigasi.
“Saya datang karena mendapat undangan. Saat berada di area lobi, tiba-tiba sejumlah orang langsung melakukan pemukulan dan tendangan hingga saya terjatuh,” ujar Adi Bachtiar.
Pewarta ifa
