Adab atau Penjilatan? Celoteh Tajam Sang D.P.O – Siti Jenar dari Besuki City


Besuki – Integritas News My Id | 4 September 2025

Adab sejatinya adalah puncak budi pekerti yang membedakan manusia berperadaban dengan mereka yang kehilangan nilai. Namun, dalam realitas sosial kita hari ini, adab kerap menjadi topeng semu: berlaku hanya kepada mereka yang berpangkat, berkuasa, atau dianggap tokoh, sementara rakyat jelata dan kaum termarjinalkan dibiarkan tak dihargai.

Kritik pedas ini disuarakan oleh Sang D.P.O – Siti Jenar dari Besuki City dalam celotehnya siang ini. Ia menegaskan, adab yang hanya dipersembahkan untuk mereka yang berkuasa, namun tidak untuk rakyat kecil, bukanlah adab sejati melainkan bentuk penjilatan busuk.

 “Jikalau adabmu itu hanya berlaku kepada mereka yang berpangkat dan mereka yang dianggap tokoh, sementara kau tidak menghargai rakyat biasa dan kaum termarjinalkan yang tak berharta dan tak berpangkat. Itu namanya bukan adab. Tapi kau itu penjilat bangsat biadab namanya,” ujarnya lantang.

Pernyataan ini menyentil tajam kultur sosial yang kerap membedakan perlakuan antara kelas elit dengan kelas bawah. Adab, yang seharusnya menjadi wujud penghormatan universal tanpa memandang status, justru tereduksi menjadi alat transaksional demi kepentingan pribadi.

Fenomena “adab semu” ini jelas terlihat di berbagai lini kehidupan. Mulai dari dunia birokrasi yang sering kali hanya ramah pada pejabat tinggi, hingga ruang sosial yang lebih memilih menunduk pada yang berharta dan merendahkan mereka yang miskin.


Celoteh Sang D.P.O ini bukan sekadar luapan emosi, melainkan alarm moral bagi bangsa: apakah kita sedang membangun masyarakat beradab, atau justru melestarikan feodalisme gaya baru yang penuh kepalsuan?


Dari Besuki City, suara kritis ini menyeruak sebagai pengingat, bahwa ukuran adab bukanlah status, pangkat, ataupun harta, melainkan kemampuan menghargai sesama manusia tanpa pandang bulu.

✍️ Catatan Redaksi: Tulisan ini merupakan opini dan kritik sosial yang disampaikan melalui tokoh fiksi. Tidak dimaksudkan untuk menyerang atau menuduh individu maupun instansi tertentu.

🖋️ Pewarta: Ifa | Integritas News My Id