Rakyat Pertanyakan Ketegasan Hukum: Saat Penguasa Justru Jadi Pelanggar

 


Besuki City – Integritas News My Id | 4 September 2025

Di tengah meningkatnya ketidakpercayaan publik terhadap sistem hukum di Indonesia, kritik tajam kembali menyeruak dari masyarakat akar rumput. Kali ini, suara lantang datang dari tokoh masyarakat yang menamakan dirinya Sang D.P.O – Siti Jenar dari Besuki City.


Dalam pernyataannya, ia menyoroti lemahnya keteladanan aparat penegak hukum dan pemerintah yang justru kerap melakukan pelanggaran hukum secara terang-terangan. Padahal, seharusnya mereka menjadi garda terdepan dalam menunjukkan kepatuhan terhadap hukum.

 “Beri kami (rakyat) contoh sanksi tegas yang telah dilakukan secara terbuka oleh pemerintah saat ini, terutama ketika pemerintah dan aparat penegak hukum yang seharusnya jadi teladan justru melanggar hukum. Mana contoh kongkritnya?” tegasnya.

Menurutnya, pelanggaran yang dilakukan oleh pejabat publik atau aparat penegak hukum jauh lebih berbahaya daripada pelanggaran kecil masyarakat biasa. Sebab, hal itu dianggap sebagai bentuk pengkhianatan terhadap rakyat sendiri.

Lebih jauh ia menilai, ketidakadilan dalam penegakan hukum mendorong masyarakat untuk berhenti percaya pada sistem yang ada. Bahkan, kondisi tersebut bisa melahirkan sikap perlawanan rakyat yang tidak lagi segan melanggar hukum, karena merasa hukum tidak berlaku adil bagi semua.

 “Apa artinya hukum jika pelanggarnya justru mereka yang berkuasa? Sampai kapan rakyat bisa taat hukum jika hukum itu sendiri tidak berlaku adil kepada rakyat?” ujarnya menohok.

Ia juga menyinggung peristiwa-peristiwa yang belakangan ramai terjadi. Baginya, anarki tidak melulu dimaknai sebagai kekacauan yang datang dari rakyat bawah. Sebaliknya, akar persoalan sering kali justru berangkat dari pelanggaran yang terstruktur, masif, dan sistematis di level atas.

Kritik tersebut menggambarkan keresahan mendalam masyarakat terhadap wajah hukum Indonesia saat ini. Pertanyaan yang muncul: apakah pemerintah berani memberi contoh nyata penegakan hukum yang tegas terhadap aparat atau pejabat yang terbukti melanggar hukum?

Sampai hal itu benar-benar terwujud, publik akan terus menaruh curiga bahwa hukum di negeri ini tidak lebih dari alat kekuasaan yang tajam ke bawah, namun tumpul ke atas.


 “Wes, itu saja celotehanku malam ini. Silakan direnungkan, benar apa tidak,” pungkasnya.


🖋️ Pewarta: Ifa | Integritas News My Id


⚖️ Disclaimer:

Tulisan ini memuat pandangan, kritik, dan opini dari narasumber (Sang D.P.O – Siti Jenar). Redaksi menegaskan bahwa pernyataan tersebut merupakan hak berekspresi warga negara dalam ruang publik, bukan tuduhan hukum terhadap pihak atau institusi tertentu.