Surabaya, 18 September 2025 Integritasnews.my.id -
Suasana rapat warga Kandangan, Kecamatan Benowo, Surabaya, kembali memanas. Warga secara tegas menyuarakan ketidakpercayaan mereka terhadap Camat Benowo, Denny, yang dinilai tidak memperhatikan keresahan masyarakat terkait rencana peleburan yang menimbulkan bau dan asap beracun.
Dalam sebuah video yang beredar, terdengar jelas unek–unek warga yang merasa dipaksa untuk menerima kebijakan tanpa mempertimbangkan dampak serius terhadap lingkungan maupun kesehatan mereka.
“Wes gak nerima warga unek-unek. Warga setiap pak camat rapat, kita disuruh nerima. Jelas peleburan mas itu menimbulkan racun, racun menimbulkan bau. Ada asapnya yang menyengat. Coba pak camat tinggal di sini satu bulan biar tahu rasanya baunya,” keluh salah satu warga dengan nada tinggi.
Warga juga menegaskan bahwa mereka sudah membaca surat keputusan terkait rencana tersebut, namun tetap menolak karena dinilai mengabaikan kepentingan rakyat kecil.
“Kami tetap gak mau menerima. Masyarakat tidak mau ditipu. Kalau mereka bilang bagus, ya bagus. Tapi bagi kami yang tiap hari menghirup bau busuk itu, jelas menyiksa,” lanjut warga lain dalam forum terbuka itu.
Penolakan ini menunjukkan adanya jurang kepercayaan antara warga dengan pihak pemerintah kecamatan. Warga menilai bahwa suara mereka tidak pernah benar-benar diakomodir, bahkan seolah-olah dipaksa tunduk pada kebijakan yang merugikan.
Keresahan itu semakin kuat ketika warga menyinggung peran wali kota. “Pak wali kalau mereka ini bilang bagus, ya bagus. Tapi kami tetap gak mau menerima,” tegas perwakilan masyarakat.
Situasi ini menjadi sinyal keras bagi pemerintah kota untuk segera turun tangan, mendengar langsung aspirasi warga Kandangan, dan menghentikan potensi konflik berkepanjangan. Karena bagi masyarakat, kesehatan dan kenyamanan hidup tidak bisa ditukar dengan dalih pembangunan.
Integritasnews.my.id akan terus memantau perkembangan polemik ini, sekaligus memastikan suara warga kecil tidak terkubur di balik kebijakan yang dianggap hanya menguntungkan segelintir pihak.
(Ifa)
