WwwIntegritasnews my id
Sultra – Civil Society Forum menyatakan dukungan penuh terhadap kepemimpinan Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka (ASR) dan Ir. Hugua di tengah beredarnya berbagai fitnahan, hoaks, serta kritik-kritik yang dinilai tidak berdasar.
Civil Society Forum merupakan gabungan sejumlah organisasi sipil yang selama ini dikenal lantang menyuarakan kritik terhadap pemerintah dari masa ke masa. Forum tersebut terdiri dari Gerakan Persatuan Mahasiswa Indonesia (GPMI), Jaringan Pemuda Indonesia (JPI), Barisan Merah Putih Sultra (BMPS), Persatuan Aktivis Sultra (PAS), serta Pemerhati Korupsi dan Keadilan Sultra (PKKS).
Namun kali ini, mereka justru berdiri memberikan dukungan terhadap ASR dan Hugua setelah melihat serangan opini negatif yang dinilai mengarah pada upaya delegitimasi.
Fitnahan Dinilai Bermotif Kepentingan Pribadi
Sejumlah isu yang beredar, termasuk tudingan terkait pengangkatan Tenaga Ahli berinisial P, dianggap sengaja dihembuskan oleh pihak yang kecewa atau berkepentingan.
“Selama ini kami hanya diam, namun kami merasa miris melihat kritik tanpa dasar yang berbau fitnah dan hoaks untuk menjatuhkan Gubernur ASR dan Hugua. Padahal justru kami adalah organisasi yang selama ini paling aktif mengkritik masalah korupsi dan persoalan daerah di Sultra,” ujar perwakilan Civil Society Forum.
Mereka menduga pihak-pihak yang menyerang tersebut justru terdorong oleh rasa tidak puas atau kecemburuan karena tidak dilibatkan sebagai bagian dari Tim Ahli Gubernur.
“Pengangkatan Tenaga Ahli inisial P sama sekali tidak melanggar aturan, bukan pidana maupun perdata. Kami melihat ada upaya sistematis untuk merusak reputasi Gubernur ASR–Hugua menjelang kontestasi Pilkada ke depan,” tegasnya.
Penegasan Dukungan Terbuka
Koordinator Civil Society Forum, Andrianto, menegaskan bahwa kehadiran forum ini bukan untuk mencari panggung, melainkan sebagai bentuk penegasan bahwa banyak organisasi sipil yang justru mendukung kepemimpinan ASR dan Hugua.
“Banyak organisasi sipil mendukung ASR dan Hugua. Hanya oknum-oknum tertentu yang sengaja meniupkan narasi negatif terkait pengangkatan Tenaga Ahli. Itu hak prerogatif gubernur untuk mendukung program-program daerah,” jelas Andrianto.
Ia menegaskan bahwa narasi yang beredar selama ini tidak berdasar dan bernuansa fitnah.
“Memang kehadiran kami tidak diperlukan, tetapi sangat penting untuk menyampaikan kepada publik bahwa tudingan-tudingan tersebut tidak benar dan hanya bermuatan kepentingan,” tutupnya
