OPOSISI DIMINTA TAK TERPECAH, SAIFUL HUDA EMS SERUKAN PERSATUAN LAWAN POLITIK ADU DOMBA

 


Pewarta: Ifa | Integritasnews.my.id

Surabaya, 25 April 2026 – Seruan agar kelompok oposisi tidak terpecah kembali mengemuka. Saiful Huda Ems menegaskan pentingnya persatuan lintas kelompok demi menjaga kekuatan gerakan politik alternatif di tengah dinamika nasional yang kian kompleks.

Dalam pernyataan tertulisnya, Saiful mengungkapkan bahwa dirinya telah mengambil langkah tegas dengan membubarkan organisasi yang pernah dipimpinnya sejak 2018 hingga 2023. Keputusan tersebut, menurutnya, dilandasi kesadaran atas praktik politik yang dinilai cenderung memecah belah masyarakat.

Ia menyinggung kepemimpinan Joko Widodo yang disebutnya kerap memunculkan polarisasi di tengah masyarakat. Saiful berpendapat, strategi politik semacam itu berpotensi memperlemah kekuatan oposisi jika tidak diantisipasi dengan sikap dewasa dan persatuan.

“Jika sesama kelompok oposisi terus bertikai, maka gerakan ini akan semakin mengecil dan pada akhirnya bisa kehilangan daya pengaruhnya,” ujarnya.

Lebih lanjut, Saiful mengingatkan agar perbedaan ideologi, baik nasionalis maupun berbasis agama, tidak lagi dijadikan alat perpecahan. Ia menilai dikotomi lama seperti “cebong”, “kampret”, hingga “kadrun” justru memperkeruh suasana dan menjauhkan masyarakat dari semangat persatuan sebagai satu bangsa.


Menurutnya, perbedaan pandangan merupakan hal yang wajar, bahkan dalam lingkup keluarga sekalipun. Namun, perbedaan tersebut seharusnya tidak menjadi alasan untuk saling menjatuhkan, melainkan menjadi kekuatan dalam membangun bangsa.

Dalam narasinya, Saiful juga menyinggung munculnya kelompok-kelompok baru yang disebutnya berperan sebagai pengganggu lawan politik di ruang publik, khususnya di media sosial. Ia menilai, fenomena tersebut perlu disikapi secara bijak dan strategis.

Ia menyarankan agar kelompok oposisi tidak serta-merta memusuhi semua pihak, melainkan mampu memetakan mana yang masih bisa diajak berdialog dan mana yang perlu dihadapi secara tegas. Pendekatan persuasif dinilai penting sebagai langkah awal sebelum mengambil sikap konfrontatif.


“Kalau mereka masih bisa diajak berdiskusi, maka rangkul. Tapi jika tetap agresif dan merugikan, maka perlawanan harus dilakukan secara tegas,” tegasnya.

Di akhir pernyataannya, Saiful menekankan bahwa kesetiaan utama seluruh elemen bangsa seharusnya berada pada konstitusi, bukan pada figur atau kepentingan politik tertentu.


Seruan ini menjadi pengingat bahwa dalam dinamika demokrasi, kekuatan oposisi tidak hanya ditentukan oleh jumlah, tetapi juga oleh soliditas dan kedewasaan dalam menyikapi perbedaan. Integritas dan persatuan dinilai menjadi kunci dalam menjaga keseimbangan politik nasional.