SAIFUL HUDA EMS LONTARKAN KRITIK TAJAM TERHADAP ARAH POLITIK LUAR NEGERI PRABOWO SUBIANTO

 


JAWA BARAT, Integritasnews.my.id — Kebijakan politik luar negeri dan pertahanan yang dijalankan Presiden Prabowo Subianto kembali menjadi sorotan publik. Langkah pemerintah menjalin kerja sama pertahanan bilateral dengan Amerika Serikat dinilai memunculkan pro dan kontra di tengah masyarakat.

Di tengah dinamika geopolitik global yang terus memanas, kebijakan tersebut dianggap bukan sekadar langkah diplomasi biasa, melainkan keputusan strategis yang berpotensi membawa implikasi luas bagi posisi Indonesia di kancah internasional. Terlebih, situasi global saat ini juga melibatkan ketegangan antara sejumlah negara seperti Iran dan Israel, yang turut mempengaruhi arah kebijakan pertahanan berbagai negara.

Pengamat sosial sekaligus penulis, Saiful Huda Ems, secara tegas menyampaikan kritiknya terhadap langkah tersebut. Ia menilai pemerintah perlu lebih cermat dan berpijak kuat pada kepentingan nasional dalam menentukan arah kebijakan strategis.

“Kerja sama pertahanan itu bukan sekadar urusan militer, ini menyangkut harga diri bangsa. Jangan sampai Indonesia hanya menjadi pelengkap dalam kepentingan negara besar,” tegasnya.

Menurutnya, posisi Indonesia sebagai negara berdaulat tidak boleh dikompromikan oleh kepentingan global yang berpotensi merugikan bangsa sendiri.

“Kita ini negara besar, berdaulat. Jangan sampai langit dan wilayah kita dipakai untuk kepentingan konflik global yang bukan urusan kita. Kalau itu sampai terjadi, maka ini bukan lagi strategi, tapi bentuk kelengahan,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia juga menyoroti pentingnya kepekaan pemerintah terhadap kondisi sosial masyarakat Indonesia yang memiliki perhatian besar terhadap isu-isu global, khususnya yang berkaitan dengan keadilan dan kemanusiaan.

“Mayoritas rakyat Indonesia punya nurani yang kuat terhadap ketidakadilan global. Pemerintah harus peka. Kebijakan luar negeri itu bukan hanya soal diplomasi elite, tapi juga soal perasaan dan kepercayaan rakyat,” imbuhnya.

Saiful Huda Ems menegaskan bahwa Indonesia harus tetap konsisten dengan prinsip politik luar negeri yang selama ini menjadi fondasi bangsa.

“Indonesia punya jati diri politik luar negeri bebas aktif. Jangan sampai kehilangan arah hanya karena ingin terlihat kuat di mata dunia, tapi justru menjauh dari rakyatnya sendiri,” pungkasnya.

Di sisi lain, sejumlah pengamat menilai bahwa kerja sama pertahanan dengan Amerika Serikat tetap memiliki nilai strategis, terutama dalam peningkatan kapasitas militer, transfer teknologi, serta penguatan posisi Indonesia dalam menjaga keseimbangan kekuatan global.

Namun demikian, transparansi dan komunikasi publik dari pemerintah dinilai menjadi kunci utama agar kebijakan strategis tersebut tidak menimbulkan polemik berkepanjangan di tengah masyarakat.

Integritasnews.my.id mencatat, arah politik luar negeri Indonesia saat ini berada pada titik krusial, di mana keseimbangan antara kepentingan nasional, dinamika global, serta aspirasi rakyat harus dijaga secara cermat dan berkelanjutan.

(IFA | Integritasnews.my.id)