Maluku, Integritasnews.my.id – Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Maluku, Sam Latuconsina, membantah isu yang menyebut bonus bagi atlet peraih prestasi PON Cabang Olahraga Bela Diri tidak akan dibayarkan. Ia menegaskan informasi tersebut tidak benar karena anggaran bonus sebesar Rp215 juta telah disiapkan.
"Anggaran telah disiapkan sebesar Rp215 juta untuk atlet berprestasi. Jadi kalau ada isu yang mengatakan bonus tidak dibayarkan, itu hoaks. Pasti akan dibayarkan. Seluruh atlet juga sudah mengetahui hal itu," ujarnya.
Sam menjelaskan, bonus akan diberikan sesuai perolehan medali. Atlet peraih medali emas akan menerima Rp25 juta, peraih medali perak Rp20 juta, dan peraih medali perunggu Rp15 juta. Sementara jajaran pelatih akan menerima bonus sekitar Rp5 juta.
"Anggaran KONI ini sudah disetujui. Kendalanya hanya karena kondisi defisit anggaran. Nanti untuk peraih medali emas Rp25 juta, perak Rp20 juta, perunggu Rp15 juta, dan jajaran pelatih sekitar Rp5 juta. Pasti akan dibayarkan," ungkapnya.
Ia menambahkan, bonus atlet PON cabang olahraga bela diri menjadi tanggung jawab penuh KONI Provinsi Maluku, sedangkan cabang olahraga lainnya menjadi kewenangan masing-masing pengurus.
"Bahkan Pak Gubernur Hendrik Lewerissa sendiri telah memberikan apresiasi kepada para atlet. Tentu kami mendukungnya dengan pembayaran bonus tersebut," katanya.
Sam juga meminta masyarakat dan insan pers agar melakukan konfirmasi kepada pihak terkait sebelum mempublikasikan informasi sehingga pemberitaan tetap berimbang.
"Pemberitaan tentang bonus gelap itu hoaks. Jika ada informasi seperti itu, seharusnya dikonfirmasi terlebih dahulu kepada pihak terkait, termasuk KONI Maluku, karena itu merupakan tanggung jawab kami," tutupnya.
Pewarta: Ifa
