Lampung Timur | Integritasnews.my.id – Penantian panjang masyarakat Desa Kali Pasir, Kecamatan Bungur, Kabupaten Lampung Timur, akhirnya menemukan titik terang. Setelah hampir satu dekade pembangunan jembatan yang mangkrak sejak 2016, akses vital yang selama ini menjadi urat nadi aktivitas warga kini kembali dibangun melalui Program Jembatan Perintis Garuda yang dilaksanakan Kodam XXI/Radin Inten.
Proyek strategis tersebut menjadi jawaban atas kebutuhan masyarakat yang selama bertahun-tahun harus menghadapi keterbatasan akses transportasi akibat belum rampungnya pembangunan jembatan. Kehadiran jembatan gantung ini tidak hanya memulihkan konektivitas, tetapi juga diharapkan mampu menggerakkan roda perekonomian desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Pembangunan Jembatan Perintis di Desa Kali Pasir merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengenai percepatan pembangunan infrastruktur di wilayah pedesaan. Kodam XXI/Radin Inten dipercaya menjalankan program tersebut sebagai bentuk nyata kehadiran negara dalam menjawab kebutuhan masyarakat di daerah.
Program Jembatan Perintis Garuda sendiri menjadi salah satu program prioritas Kodam XXI/Radin Inten di Provinsi Lampung. Sebanyak 64 jembatan ditargetkan dibangun, terdiri atas 30 jembatan gantung, 24 jembatan armco, dan 10 jembatan beton. Seluruh pembangunan tersebut ditargetkan rampung pada akhir Juli 2026 guna memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus membuka akses menuju pusat-pusat aktivitas ekonomi masyarakat.
Pembangunan jembatan di Desa Kali Pasir diawali dengan peletakan batu pertama (groundbreaking) pada 1 April 2026. Kini, jembatan gantung sepanjang 120 meter dengan lebar dua meter telah berdiri kokoh sebagai simbol sinergi antara prajurit TNI Angkatan Darat, tenaga teknisi, pemerintah, dan masyarakat yang bergotong royong menyelesaikan pembangunan.
Saat meninjau lokasi, Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming menegaskan komitmen pemerintah untuk mempercepat penyelesaian pembangunan sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan masyarakat.
Ia mengungkapkan bahwa pembangunan jembatan di Way Bungur telah terbengkalai sejak tahun 2016. Karena itu, pemerintah memastikan pembangunan jembatan darurat dipercepat dan ditargetkan selesai dalam waktu dua minggu agar akses masyarakat kembali normal.
Dengan beroperasinya jembatan tersebut, masyarakat Desa Kali Pasir tidak lagi harus menghadapi kesulitan melintasi jalur penghubung yang selama ini menjadi kendala utama. Distribusi hasil pertanian diperkirakan akan semakin lancar, mobilitas warga meningkat, aktivitas pendidikan dan pelayanan kesehatan lebih mudah dijangkau, serta peluang pertumbuhan ekonomi desa semakin terbuka.
Program ini juga menjadi bukti bahwa pembangunan infrastruktur bukan sekadar membangun fisik semata, melainkan menghadirkan solusi konkret bagi kebutuhan masyarakat. Kehadiran negara melalui TNI bersama seluruh pemangku kepentingan menunjukkan komitmen kuat dalam mempercepat pemerataan pembangunan hingga ke pelosok daerah.
"Jembatan ini bukan hanya menghubungkan dua sisi wilayah, tetapi juga menghubungkan harapan masyarakat terhadap masa depan yang lebih baik. Infrastruktur yang memadai menjadi fondasi penting bagi kemajuan ekonomi, pelayanan publik, dan kesejahteraan warga," ungkapnya.
Melalui Program Jembatan Perintis Garuda, Kodam XXI/Radin Inten menegaskan komitmennya untuk terus mendukung percepatan pembangunan nasional, memperkuat konektivitas antarwilayah, serta menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Keberhasilan pembangunan jembatan di Desa Kali Pasir diharapkan menjadi awal dari lahirnya infrastruktur-infrastruktur strategis lainnya yang mampu mempercepat kemajuan daerah dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat Lampung.
Pewarta: ALF
