SURABAYA | Integritasnews.my.id – Mengawali aktivitas di Sabtu pagi (11/7/2026), Qultum Pagi Bersama Bang As kembali menghadirkan pesan-pesan keislaman yang menyejukkan hati. Pada kesempatan kali ini, tema yang diangkat adalah "Manfaat Beristighfar Dalam Diri", sebuah pengingat bagi setiap muslim agar tidak pernah lelah memohon ampun kepada Allah Subhannawattaalla dalam setiap fase kehidupan.
Dalam tausiyahnya, Bang As mengajak seluruh jamaah dan pembaca untuk menjadikan istighfar sebagai amalan yang senantiasa menghiasi lisan dan hati. Menurutnya, manusia tidak pernah luput dari kekhilafan. Kesalahan dalam ucapan, sikap, maupun perbuatan dapat menjadi penghalang datangnya keberkahan apabila tidak segera diiringi dengan taubat dan permohonan ampun kepada Allah Subhannawattaalla.
"Segala puji hanya milik Allah Subhannawattaalla yang terus melimpahkan rahmat, kasih sayang, dan ampunan-Nya kepada seluruh hamba-Nya. Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad SAW beserta keluarga, sahabat, dan seluruh umatnya hingga akhir zaman," ungkap Bang As mengawali qultumnya.
Ia menjelaskan bahwa istighfar berasal dari kata ghofara yang memiliki makna menutupi, melindungi, serta mengampuni. Ketika seorang muslim mengucapkan Astaghfirullahal 'adzim, sejatinya ia sedang memohon kepada Allah Subhannawattaalla agar seluruh dosa dan kekurangannya dihapuskan, aibnya ditutupi, serta dilindungi dari akibat buruk perbuatan yang pernah dilakukan.
Bang As menuturkan bahwa manfaat istighfar tidak hanya dirasakan dalam kehidupan akhirat, tetapi juga membawa dampak besar bagi kehidupan di dunia. Salah satunya adalah menghadirkan ketenangan batin.
Menurutnya, dosa yang terus dipikul tanpa disertai taubat akan menjadi beban yang menyesakkan dada, memunculkan kegelisahan, kecemasan, bahkan menghilangkan rasa tenteram dalam menjalani kehidupan. Sebaliknya, ketika seseorang membiasakan diri beristighfar dengan penuh keikhlasan, Allah Subhannawattaalla akan melapangkan dadanya serta menghadirkan ketenangan yang tidak mampu dibeli dengan harta apa pun.
Selain menjadi penyejuk hati, Bang As juga mengingatkan bahwa istighfar merupakan salah satu pintu datangnya rezeki dan keberkahan. Hal tersebut sebagaimana firman Allah Subhannawattaalla dalam Surah Nuh ayat 10 hingga 12 yang menjelaskan bahwa memohon ampun kepada Allah akan membuka pintu rezeki, mendatangkan keberkahan, memperluas nikmat, serta memberikan karunia berupa harta, keturunan, dan kehidupan yang lebih baik.
"Dalam banyak keadaan, manusia terus bekerja keras mencari rezeki, namun lupa memperbaiki hubungan dengan Allah. Padahal istighfar adalah salah satu kunci agar pintu keberkahan dibukakan," ujarnya.
Lebih lanjut, Bang As menegaskan bahwa kebiasaan beristighfar juga akan memperkuat keimanan seseorang. Dengan terus memohon ampun kepada Allah, manusia akan semakin menyadari bahwa dirinya adalah makhluk yang lemah dan hanya Allah Subhannawattaalla yang memiliki kekuatan, pertolongan, dan kuasa atas segala sesuatu.
Kesadaran itulah yang kemudian melahirkan ketawakalan, kesabaran, serta keyakinan bahwa setiap kesulitan akan diberikan jalan keluar oleh Allah bagi hamba-hamba-Nya yang terus kembali kepada-Nya.
Mengutip sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah, Bang As menyampaikan bahwa siapa saja yang berbuat dosa kemudian memohon ampun kepada Allah dengan sungguh-sungguh, maka Allah akan mengampuninya. Bahkan, bagi hamba yang benar-benar bertaubat, Allah mampu mengganti keburukan yang pernah dilakukan menjadi kebaikan serta mengangkat derajatnya di sisi-Nya.
"Jangan pernah merasa dosa kita terlalu besar sehingga malu untuk kembali kepada Allah. Sebesar apa pun dosa seorang hamba, rahmat dan ampunan Allah Subhannawattaalla jauh lebih besar," ungkapnya.
Di akhir tausiyahnya, Bang As mengajak seluruh umat Islam untuk membiasakan membaca istighfar dalam setiap kesempatan, baik setelah bangun tidur, sebelum maupun sesudah beraktivitas, ketika menghadapi persoalan hidup, ataupun pada waktu-waktu lainnya.
Ia berharap istighfar tidak hanya menjadi bacaan di lisan, tetapi benar-benar menjadi budaya kehidupan yang melahirkan hati yang bersih, jiwa yang tenang, rezeki yang berkah, serta kehidupan yang senantiasa berada dalam lindungan Allah Subhannawattaalla.
"Semoga kita semua termasuk golongan hamba yang istiqamah beristighfar, diampuni segala dosanya, dimudahkan seluruh urusannya, dilapangkan rezekinya, serta dirahmati Allah Subhannawattaalla di dunia maupun di akhirat. Aamiin Ya Rabbal 'Alamin," tutup Bang As.
Pewarta: Ifa
Editor: Integritasnews.my.id
