Integritasnews.my.id — Pewarta: Ifa | Surabaya, 30 Oktober 2025
Surabaya — Dalam dialog interaktif bersama ratusan mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Airlangga (Unair), Surabaya, Anies Baswedan menyampaikan pesan kuat tentang pentingnya integritas dalam kepemimpinan. Menurutnya, “kejujuran saja tidak cukup” untuk menjadikan seseorang sebagai pemimpin yang baik.
Di hadapan para mahasiswa, Anies menegaskan bahwa seorang pemimpin sejati harus memiliki keselarasan antara ucapan, tindakan, nilai kebenaran, dan kepentingan publik. Ia menilai bahwa integritas adalah pondasi yang membuat kejujuran memiliki makna dan arah yang benar.
“Jujur itu penting, tapi tidak cukup. Harus pakai hati. Kalau boleh saya usul, gunakan istilah jujur dan pakai hati. Tapi ada satu kata yang lebih penting: integritas,” ujar Anies disambut tepuk tangan hangat mahasiswa.
Lebih lanjut, Anies menjelaskan bahwa integritas bukan sekadar bicara kejujuran, melainkan kesetiaan terhadap nilai-nilai kebenaran dan keberpihakan kepada masyarakat.
“Apakah integritas sama dengan jujur? Dalam integritas ada jujur. Namun disebut integritas jika yang dikerjakan sesuai dengan nilai kebenaran dan kepentingan publik. Baru kejujuran itu disebut integritas,” jelasnya dengan nada tegas.
Dalam pandangan mantan Gubernur DKI Jakarta itu, integritas merupakan fondasi utama dalam membangun kepercayaan publik terhadap pemerintah maupun pemimpin bangsa. Ia menegaskan bahwa kepercayaan masyarakat tidak tumbuh dari retorika, melainkan dari keteladanan nyata dan konsistensi antara kata dan perbuatan.
“Negeri ini dibangun oleh orang-orang yang berintegritas. Karena itu kenapa orang percaya. Jadi saya usul menggunakan istilah integritas — karena di situlah kejujuran ditambah kepentingan publik dan nilai,” ujar Anies menutup pernyataannya.
Pesan tersebut menjadi refleksi penting di tengah kondisi bangsa yang menurutnya memerlukan sosok pemimpin yang tidak hanya pandai berbicara, namun juga teguh dalam prinsip, berani menegakkan kebenaran, dan konsisten memperjuangkan kepentingan rakyat.
Anies juga menyinggung bahwa kejujuran tanpa keberpihakan terhadap kepentingan publik hanyalah setengah dari nilai kepemimpinan sejati. Ia menilai bahwa bangsa yang besar dibangun oleh para pemimpin yang memiliki integritas tinggi, bukan mereka yang sekadar menampilkan citra jujur di permukaan.
Pernyataan tersebut menjadi sorotan publik, mengingat konteksnya disampaikan di hadapan generasi muda — kelompok yang menurut Anies menjadi harapan perubahan Indonesia ke depan. Ia mengajak mahasiswa untuk menanamkan nilai kejujuran yang disertai tanggung jawab moral, agar kelak mampu menjadi pemimpin yang dapat dipercaya dan dicintai rakyat.
Dengan gaya komunikasinya yang lugas namun penuh makna, Anies Baswedan kembali menegaskan komitmennya terhadap nilai-nilai moral dan integritas dalam kepemimpinan. “Indonesia membutuhkan lebih banyak pemimpin yang bukan hanya jujur dalam ucapan, tetapi juga konsisten dalam tindakan dan berpihak pada masyarakat luas,” pungkasnya.
🏛️🇮🇩✨
#ABW-09 #IntegritasUntukNegeri #PemimpinBerintegritas
