Bangkalan – Integritasnews.my.id
Dalam upaya memastikan makanan yang disajikan kepada masyarakat benar-benar aman, bergizi, dan bermutu tinggi, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bangkalan menjalin sinergi strategis dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Ibnu Dahlan. Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Keamanan Pangan bagi 47 relawan penjamah makanan di Desa Cangkraman, Kecamatan Konang, Rabu (29/10/2025).
Kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam memperkuat kapasitas para relawan yang berperan penting dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), sebuah program sosial yang bertujuan meningkatkan status gizi masyarakat pedesaan, terutama kelompok rentan dan anak-anak sekolah.
Menurut Siska Damayanti, S.KM., M.Kes., pemateri dari Dinas Kesehatan Bangkalan, keamanan pangan merupakan fondasi utama dalam menjaga kesehatan masyarakat. Setiap penjamah makanan, kata dia, harus memahami betul bagaimana proses pengolahan pangan yang benar agar terhindar dari risiko kontaminasi.
“Relawan perlu dibekali pengetahuan tentang potensi cemaran biologis, kimiawi, maupun fisik pada bahan pangan. Sebab, satu kesalahan kecil dalam proses pengolahan bisa berdampak besar bagi kesehatan penerima manfaat,” jelasnya dengan tegas.
Siska juga menekankan pentingnya ketelitian mulai dari pemilihan bahan baku, cara penyimpanan, teknik memasak, hingga tahap penyajian kepada penerima manfaat MBG. Setiap tahapan, ujarnya, wajib mengikuti Standard Operating Procedure (SOP) yang telah ditetapkan oleh Dinkes untuk menjamin keamanan dan kualitas hidangan.
“Kami berharap pelatihan ini dapat menumbuhkan kesadaran dan kedisiplinan dalam menjaga higienitas makanan. Penjamah pangan adalah garda terdepan yang menentukan apakah makanan itu aman dan layak konsumsi atau tidak,” tandas Siska.
Sementara itu, Ketua Yayasan Ibnu Dahlan Mas’udi menyampaikan apresiasinya terhadap dukungan dan perhatian Dinkes Bangkalan yang terus mendorong peningkatan kualitas pelayanan gizi melalui kegiatan pembinaan seperti ini. Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan lembaga sosial menjadi kunci dalam memperkuat ketahanan pangan masyarakat di tingkat akar rumput.
“Bimtek ini sangat bermanfaat. Para relawan kini semakin paham bagaimana menyajikan makanan yang tidak hanya bergizi, tetapi juga aman bagi masyarakat. Ini sejalan dengan semangat kami untuk terus berkontribusi bagi peningkatan kesehatan warga,” ujar Mas’udi.
Kepala SPPG Ibnu Dahlan, Sulaiman, menambahkan bahwa seluruh arahan dan panduan yang diberikan dalam pelatihan akan segera diterapkan di lapangan. Ia menegaskan komitmen lembaganya untuk menjaga mutu, kebersihan, dan keamanan setiap hidangan MBG yang diberikan kepada masyarakat.
“Kami berkomitmen menjaga kualitas makanan yang kami sajikan. Bukan sekadar memberi makan, tetapi memastikan setiap porsi yang diterima warga benar-benar bergizi dan aman dikonsumsi,” tegas Sulaiman.
Melalui kegiatan ini, Dinkes Bangkalan menunjukkan komitmen kuat dalam mengedukasi para pengelola layanan gizi agar semakin profesional dan tanggap terhadap isu keamanan pangan. Sinergi semacam ini diharapkan menjadi model pembinaan berkelanjutan di berbagai wilayah lain di Kabupaten Bangkalan.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini tidak hanya menjadi wujud kepedulian sosial, tetapi juga simbol peningkatan kesadaran kolektif akan pentingnya makanan sehat, aman, dan bernutrisi tinggi bagi masa depan generasi bangsa.
Reporter: Ifa
Editor: Redaksi Integritasnews.my.id
📰 Tepat, Lugas, Konsisten
