SANGAT MEMPRIHATINKAN! PROGRAM MBG DINILAI BOROS DAN TAK TEPAT SASARAN, DESAKAN EVALUASI MENGUAT


WwwIntegritasnews my id

Jawa Barat - Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang seharusnya menjadi solusi peningkatan gizi anak, justru menuai sorotan tajam di lapangan. Ali Kurnia, yang akrab disapa Alex selaku penasehat media, menilai program tersebut berjalan jauh dari harapan dan cenderung menjadi pemborosan anggaran negara.

Menurut Alex, berbagai temuan di lapangan menunjukkan adanya persoalan serius yang tidak bisa lagi dianggap sepele. Ia menyebut, alih-alih memberikan manfaat optimal bagi tumbuh kembang anak, pelaksanaan MBG justru berpotensi menimbulkan masalah baru.

“Fakta di lapangan sangat memprihatinkan. Program yang seharusnya menyentuh kebutuhan dasar anak justru terkesan mubazir dan tidak tepat sasaran,” tegas Alex.

Salah satu sorotan utama adalah aspek higienitas makanan. Dalam beberapa temuan, kondisi makanan dan cara penyajian dinilai belum memenuhi standar kebersihan dan kesehatan yang semestinya. Hal ini tentu berisiko terhadap kesehatan siswa, yang seharusnya menjadi prioritas utama dalam program tersebut.

Selain itu, menu yang disajikan juga dinilai kurang menarik dan tidak sesuai dengan selera anak-anak. Dampaknya, tidak sedikit makanan yang akhirnya tidak dikonsumsi dan berujung terbuang sia-sia. Kondisi ini memperkuat dugaan adanya pemborosan dalam pelaksanaan program.

“Jika makanan tidak dimakan dan akhirnya dibuang, lalu di mana letak keberhasilan program ini? Ini bukan lagi soal gizi, tapi sudah masuk pada potensi pemborosan anggaran,” ujarnya dengan nada tegas.

Padahal, lanjut Alex, anggaran yang dialokasikan untuk program MBG tidaklah kecil. Dengan dana yang besar, seharusnya kualitas makanan, pengemasan, hingga distribusi dapat dirancang secara matang dan profesional.

Ia pun menegaskan bahwa kondisi ini harus segera menjadi perhatian serius bagi pihak terkait. Evaluasi menyeluruh dinilai menjadi langkah mendesak agar program tidak terus berjalan tanpa arah dan tujuan yang jelas.

“Kami meminta pihak terkait untuk segera turun tangan. Evaluasi total harus dilakukan, mulai dari kualitas makanan, sistem distribusi, hingga pengawasan di lapangan. Jangan sampai program ini hanya menjadi formalitas yang menghabiskan anggaran tanpa hasil nyata,” tegasnya.

Alex juga mengingatkan bahwa program yang menyangkut kebutuhan dasar anak tidak boleh dijalankan secara asal-asalan. Menurutnya, keberhasilan program bukan hanya diukur dari besarnya anggaran yang terserap, tetapi dari dampak nyata yang dirasakan oleh penerima manfaat.

“Negara tidak boleh rugi dua kali: anggaran habis, manfaat tidak terasa. Ini harus dihentikan dan diperbaiki sekarang juga,” pungkasnya.

(Pewarta: Alex)