Surabaya | Integritasnews.my.id – Dalam Qultum Pagi edisi Kamis (09/07/2026), Bang As mengajak umat Islam untuk memahami satu pesan penting yang sering kali luput dari perhatian, yakni bahwa amalan yang paling dicintai oleh Allah SWT dan Rasulullah SAW bukan semata-mata ibadah yang besar atau berat, melainkan amalan yang dilakukan secara rutin, konsisten, dan penuh keikhlasan.
Menurut Bang As, tidak sedikit kaum muslimin yang beranggapan bahwa kedekatan kepada Allah hanya dapat diraih melalui ibadah yang luar biasa, seperti puasa dalam waktu yang panjang atau qiyamul lail dengan rakaat yang banyak. Padahal, Rasulullah SAW telah memberikan teladan bahwa kualitas dan kesinambungan ibadah jauh lebih utama dibanding besarnya amalan yang hanya dilakukan sesekali.
Mengutip hadis sahih yang diriwayatkan oleh Aisyah, Bang As menjelaskan bahwa ketika Aisyah RA bertanya kepada Rasulullah SAW mengenai amalan yang paling dicintai Allah, beliau menjawab:
"Amalan yang dilakukan terus-menerus, meskipun sedikit." (HR. Bukhari dan Muslim).
Hadis tersebut menjadi pedoman penting bagi setiap muslim agar tidak mudah merasa terbebani dalam beribadah. Yang terpenting bukanlah besarnya amalan, melainkan kemampuan menjaga istiqamah dalam melaksanakannya setiap hari.
Bang As menuturkan, Rasulullah SAW sangat menyukai umatnya yang mampu menjaga konsistensi ibadah. Shalat sunnah dua rakaat yang dikerjakan setiap hari, membaca Al-Qur'an beberapa ayat secara rutin, berdzikir setiap selesai shalat, maupun bersedekah dengan kemampuan yang dimiliki secara berkelanjutan merupakan bentuk ibadah yang memiliki nilai besar di sisi Allah SWT.
"Islam adalah agama yang mengajarkan keseimbangan. Allah tidak membebani hamba-Nya di luar batas kemampuan. Karena itu, jangan menunggu mampu melakukan ibadah yang besar. Mulailah dari amalan yang ringan, lalu jagalah agar tetap istiqamah," ujar Bang As.
Ia menambahkan, konsistensi dalam beribadah merupakan bukti kecintaan seorang hamba kepada Rabb-nya. Semakin seseorang mampu menjaga amal salehnya secara berkesinambungan, semakin kuat pula hubungan spiritualnya dengan Allah SWT.
Menurut Bang As, banyak amalan sederhana yang dapat menjadi ladang pahala apabila dilakukan dengan ikhlas dan terus-menerus. Di antaranya membiasakan mengucapkan salam, menjaga lisan dengan perkataan yang baik, tersenyum kepada sesama, membaca Al-Qur'an setiap pagi, memperbanyak istighfar, berdzikir, serta membantu orang lain sesuai kemampuan.
"Jangan pernah meremehkan amalan yang terlihat kecil. Di sisi Allah, amalan yang istiqamah dapat menjadi sangat besar nilainya. Yang Allah cintai adalah hati yang terus mengingat-Nya dan tidak berhenti berbuat kebaikan," ungkapnya.
Lebih lanjut, Bang As mengingatkan bahwa tantangan terbesar dalam beribadah bukanlah memulai, melainkan mempertahankan keistiqamahan. Oleh karena itu, umat Islam hendaknya membangun kebiasaan baik sedikit demi sedikit hingga menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
Ia berharap pesan Rasulullah SAW tersebut menjadi motivasi bagi seluruh umat Islam agar tidak mudah menyerah dalam beribadah hanya karena merasa amalnya masih kecil.
"Marilah kita memperbaiki kualitas ibadah dengan menjaga kesinambungannya. Amalan yang dilakukan dengan ikhlas, konsisten, dan penuh rasa syukur akan menjadi bekal terbaik menuju ridha Allah SWT. Semoga Allah memberikan kekuatan kepada kita semua untuk terus istiqamah dalam amal saleh hingga akhir hayat," tutup Bang As.
Pewarta: Ifa
Editor: Redaksi Integritasnews.my.id
